Halo kawan, sudah lama aku nggak nulis blog. Kali ini aku mau ceritain liburanku di Bali. Ini ke-3 kalinya aku ke Bali. Pertama sama teman berdua saja. Kedua sama teman-teman kantor, nah kali ini sama keluarga.
Salah satu impianku pengin merasakan suasana Nyepi di Bali yang kata banyak orang bintang-bintang kelihatan banyak.  Bagiku hal itu terlihat menarik, apalagi merasakan sunyinya. Aku sangat bersemangat ngajak keluarga pergi ke Bali.  Seenggaknya sekali lah seumur hidup ini merasakan Nyepi, apalagi suasana sepi ini katanya hanya ada di Bali.
Bandara Ngurah Rai - Bali

Hari pertama - Berangkat, hotel, Beachwalk Shopping Center.
Kami berangkat 17 Maret 2023 (h-5 Nyepi tahun 2023) naik AA. Kami menginap di Kuta Beach Hotel. Malam harinya kami jalan kaki ke Warung Cuci Mata dan ke Beachwalk Shopping Center. Menikmati suasana malam di Bali.
Warung Cuci Mata

Candylicous 
Hari kedua - Desa Penglipuran, Kassidan Eco Hill, Gereja FX Kuta.
Hari ini kami hendak ke Taman Nusa tapi ternyata tempatnya sudah tutup, tetap ada petugas yang menjelaskan semenjak covid tutup  dan banyak yang dirusak monyet, lalu kami putuskan langsung ke Desa adat Penglipuran saja. Sampai sana sudahlah siang, cukup rame pengunjung. Tiket masuk 25.000 IDR. Dari Desa Adat Penglipuran kami hendak pulang hotel ditengah jalan kami berhenti di tempat makan yang kami cari dadakan lewat google Map. Akhirnya kami makan di Puspa Aman Desa Sidan (menurut  Linimasa Google Map) tapi saya cek dicatatan saya namanya Kassidan Eco Hill Retret & Resto. Tempatnya bagus, konsepnya makan sambil lihat terasering gitu.  Habis makan kami foto-foto sejenak.  Sampai hotel langsung mandi-mandi dan kami pergi lagi ke Gereja FX Kuta.  Pulang dari Gereja makan Sate Ayam di Pasar Kuta. Satenya enak.
Desa Adat Penglipuran

Desa Adat Penglipuran 

Kassidan Eco Hill Retret & Resto

Kassidan Eco Hill Retret & Resto
Hari ketiga - GWK, Pantai Melasti, Pura Uluwatu, Nonton Kecak
Hari ini kami Ke Garuda Wisnu Kencana. Kami sudah beli tiket online melalui Traveloka. Kami makan siang di Bakso Afung masih di area GWK. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Melasti. Tiket masuk Pantai Melasti 8.000 IDR/orang + Parkir Mobil 5.000. Kami sampai Pantai Melasti jam 13.38 pas panas tapi ya pantainya tetap rame. Pukul 15.24 kami keluar menuju Pura Uluwatu untuk menonton tari Kecak. Karena masih cukup waktu jadi kami bisa berjalan-jalan dulu di area Pura Uluwatu sebelum tari Kecak dimulai. Pukul 18.00 kami menonton tari Kecak sambil lihat sunset. Panas tapi bagus si. Tariannya tak hanya tari Kecak saja, ada banyak tari-tarian lain yang tentunya khas Bali. Pulang dari nonton Tari Kecak hari sudah malam, kami akhirnya makan di Warung Bejana Uluwatu. Ternyata harganya mahal menurutku. Perjalanan dilanjutkan ke Adil Villa & Resort Ubud kurang lebih 1 jam 44 menit. Kamar disini luas banget, kamar mandinya juga luas.  Senang nginep disini, kapan-kapan kalau ke Bali mau nginep disini lagi. Dapat welcome drink dan voucher potongan makanan di restonya.
GWK - pake kaos kebanggaan 

Pantai Melasti

Pura Luhur Uluwatu

Nonton tari Kecak 
Hari keempat - Pura Ulun Danu, Kampung Bingo, Teman Joger Luwus, Sentral Durian Luwus.
Tujuan kami hari ini ke Pura Ulun Danu Beratan Bedugul.  Belum lama kami masuk kira-kira baru setengah jam hujan mulai turun. Karena takut hujan tambah deras akhirnya kami putuskan untuk balik ke mobil. Rencana hari ini batal semua. Tadinya mau Kebun Raya Bedugul tapi karena outdoor juga akhirnya kami putuskan cari makan saja. Inipun kami cari tempat makan dadakan. Akhirnya kami makan di Kampung Bingo. Sebelum masuk tempat makan kami melewati kebun sayur mayur. Makanannya enak-enak, kami dapat salad gratis sebelum makanan pesanan kami disajikan. Dari Kampung Bingo kami ke Teman Joger Luwus.  Dari Joger kami hendak balik hotel tapi kami lihat ada durian, akhirnya kami berhenti untuk makan durian di Sentral Durian Luwus. Kami beli dua jenis durian.  Salah satunya durian Kane khas Bali.  Durian yang kami makan enak-enak, jadi puas makan durian. Kami balik hotel dan makan malam di hotel saja sekalian menggunakan voucher diskon makanan.
Pura Ulun Danu - mulai mendung

Tahun Baru Nyepi 1945 - 22 Maret 2023

Kampung Bingo

Adil Villa & Resort

Adil Villa & Resort 
Hari kelima (H-1 Nyepi) - Krisna yang di Bypass dan pindah hotel di Kuta
Dari Adil Villa & Resort kami check out pindah hotel dan daerah Kuta lagi. Berhubung besok Nyepi jadi waktu kami lebih pendek di hari ini, karena kebetulan supir kami mau merayakan Nyepi. Jadi hari ini kami hanya ke Krisna di Bypass. Itupun Krisna tutup cepat tutup jam 12.00. Dari Krisna kami langsung ke hotel Stark Boutique Hotel & Spa. Karena belum bisa check in jadinya kami titip barang dulu lalu kami jalan kaki ke Lippo Mall Kuta. Makan siang di  MM Juice di dalam Lippo Mall.  Habis makan siang kami balik ke hotel untuk istirahat. Sore hari kami keluar tadinya mau ke Mixue ternyata tutup jadinya kami makan di Nasi Goreng dekat Mixue. 
Krisna

Krisna 
Hari keenam - Nyepi.
Inilah hari yang aku tunggu, kami sudah pesan paket Nyepi dari hotel jadi kami nggak usah bingung soal makan. Habis makan kami ke rooftop lihat jalanan sepi.  Hanya tampak beberapa Pecalang yang mengawasi. Singkat cerita malam pun tiba. Kami ke rooftop lagi, aku terpesona lihat bintang-bintang yang tampak ribuan. Puji Tuhan nggak hujan, jadi menikmati gelap dan sunyinya malam, serta menikmati bintang-bintang. Kapan-kapan pengin merasakan Nyepi di Ubud di hotel Adil Villa.
Menikmati sunset saat Nyepi

Bintang bintang
Hari ketujuh - Nusa Penida.
Hari ini setelah sarapan kami diantar ke Pelabuhan Sanur. Mau masuk Pelabuhan macet.  Ternyata keberangkatan jam 09.00 ada yang sewa, jadi kami dapat jam keberangkatan kapal jam 10.30. Sampai Nusa Penida sinyal timbul tenggelam sudah gitu kami nggak menemukan supir yang menjemput kami. Kami tunggu hampir setengah jam.  Akhirnya dibantu buat hubungi. Ternyata supir kami salah titik penjemputan. Katanya dermaga ada banyak.  Kami ambil paket Nusa Penida yang sudah sama makan. Kami makan siang dulu baru ketempat wisata. Berhubung sudah siang jadi kami hanya ketiga tempat ke Paluang Cliff, Kelingking Beach dan Broken Beach. Kami pesan paket Nusa Penida di IG Nusapenidaamazingtour perorang 300.000 IDR, kami berenam. Pulang dari Nusa Penida kami duduk-duduk sebentar di Pantai Matahari Terbit Sanur. Kami kembali makan di Pasar Kuta, suami pengin makan sate lagi. Kalau aku nyobain bakso malang. Habis makan kami balik hotel.
Lihatlah airnya seger banget!

Broken Beach

Pelabuhan Sanur - Unik bentuknya kayak kapal
Hari kedelapan - Tanah Lot, Krisna, Pabrik Kata-kata Joger, Bandara 
Habis sarapan kami ke Tanah Lot, dari hotel kira-kira  1.5 jam karena ada jalan yang macet. Dari tanah lot kami mampir makan siang di Warung Gueek. Perut sudah kenyang, masih ada waktu kami mampir lagi ke Krisna dan ke Joger yang di Kuta dilanjutkan mampir di pasar seni Kuta.  Lalu kami diantar ke Bandara. Kami sampai Bandara jam 18.05, pesawat kami jam 19.46 tujuan Surabaya.  
Gapura di Tanah Lot 

Habis berapa ke Bali 6 orang?
Aku lihat catatanku total 29.861.596 (ini belum termasuk 1 tiket adikku beli PP Surabaya Bali, dia beli sendiri).
Kalau dipukul rata kira-kira perorang 4.976.933 IDR.
Menurut kalian worth it kah biaya segitu untuk 8 hari liburan di Bali?


Hey kawan, apa kabar? Aku berharap kalian semua sehat. Lama sekali aku tak update blogku ini. 
Berhubung ada pandemi jadi tahun 2020 ini aku jarang berlibur. Seharusnya tahun ini aku ajak keluargaku ke Malaysia, padahal aku sudah beli tiket dan akomodasi. Sayang sekali akomodasi tidak bisa direfund, ya sudahlah ikhlaskan saja dan jadikan ini pengalaman.

Bulan November kemarin akhirnya aku memberanikan liburan sejenak, ya aku memang sengaja mencari tempat penginapan yang ada lokasi wisatanya jadi sekalian gitu. Dalam pikiranku kala itu Sabtu nginep dulu, dikamar saja baru Minggunya bangun pagi-pagi buat jalan-jalan di area wisata dengan harapan sepi alias nggak ketemu banyak orang. Akhirnya aku pilih penginapan di Red Doorz  Resort @Taman Wisata Mangrove nginep semalam saja 21-22 November 2020.

Aku berangkat dengan kawanku Mega, kami naik motor dan tentunya aku yang dibonceng karena aku sebagai petunjuk jalan kalau butuh lihat GPS, tapi aku sudah menghafalkan rutenya jadi nggak terlalu banyak pegang HP sewaktu di jalan, menurutku lokasi Taman Wisata Mangrove mudah ditemukan, letaknya dekat dengan yayasan Budha Tzu Chi.

Saat masuk gerbang Taman Wisata Mangrove aku hanya bilang ke petugas yang jaga : "Pak, saya yang mau menginap di RedDoorz." sambil pegang print bookingan. Bapak petugasnya bilang : "Oke nanti parkir didepan resepsionis ya! jangan yang di kiri ini, jadi lurus aja ada bunderan ke kanan." Kujawab : "Terima kasih Pak."

Sampai resepsionis aku berikan kertas bookingan itu, petugasnya agak bingung karena aku pilih opsi bayar di hotel tapi kok nol Rupiah. Aku pun bilang : "Ini kemarin Saya ikut lomba nulis dari RedDoorz hadiahnya menginap gratis, kan kalau pilih pembayaran bank nggak bisa dilanjut jadi pilih opsinya bayar di hotel." Petugasnya hanya bilang : "Ini bukti print booking Saya minta ya?" 

Menginap disini diminta deposit IDR 100.000 dan ditanya bawa kendaraan nggak? Saya jawab bawa motor dan diminta sebutkan nopolnya biaya parkir motor IDR 5.000 bebas keluar masuk gerbang depan yang katanya 24 jam. Kamipun diantar ke kamar kami, waktu itu mengantar orang lain dulu baru mengantar kami. Orang sebelumnya menginapnya bukan di dalam hutan, kalau kami didalam hutan. 

Penginapan kami tipe RedDoorz Suite, kami dapat kamar Bruguiera 1 seharunya kalau bayar IDR 295.250 per malam. Oya tadi aku lupa cerita kalau menginap tak perlu bayar tiket masuk Mangrove IDR 35.000/orang saat weekend. 

Kesan pertamaku setelah diantar ke kamar, aku puas sekali. Lokasi kamar benar-benar privat jadi nggak dilewati orang lain. Teman-teman bisa lihat videoku ini


Tampak depan penginapan RedDoorz Suite
Begitu pintu kamar dibuka kepuasanku bertambah lagi dengan kamar yang luas, ada sofa dan tak kalah penting wifi tersedia, TVnya pun smart TV dan siarannya bening banget karena menggunakan TV kabel. Kamar mandi juga luas, air panas tersedia juga. AC pun cepat dingin.

Kamar menggunakan kayu jadi terkesan alami

Oya dalam perjalanan mengantar kami ke kamar, Bapak yang antar kami banyak bercerita, dia menjelaskan waktu paling rame biasanya pagi-pagi ada orang jogging jam 6 an dan sore hari biasa orang liat sunset. Kalau mau lihat sunset didekat cafe biasanya orang mulai kumpul jam 5 an. Terus bapaknya juga jelasin tipe penginapan lain tapi aku nggak begitu mendengar karena waktu itu aku sedang ambil video rute perjalanan masuk ke kamar kami.

Sore itu kami mencoba mencari tempat spot lihat sunset tapi kami bingung soalnya nggak ada petunjuknya. Jadi kami memutuskan ke Pantjoran PIK, rame banget disana, sampai terheran-heran masih pandemi tapi orang nongkrong ya masih banyak. Kami akhirnya cuman ke grocery beli minum dan snack buat dimakan di penginapan. Kamipun balik penginapan.

Minggu pagi, kami jalan-jalan ke area Mangrove. Dan bener dong perkiraanku sepi. Pas itu baru mulai jalan jam 7 padahal bangun jam 6, habis bangun ak sempat lihat orang jogging, malah ada yang foto-foto didekat pohon mangrove depan kamar kami.

Sepanjang kami menelusuri mangrove kami tak berjumpa dengan pengunjung lain, sesekali kami berjumpa dengan petugas kebersihan saja. Dan kami baru menemukan cafe di area dalam, mungkin ini yang dimaksud tempat melihat sunset. Kami pindah tempat lain, menemukan titik penyewaan kapal. Ada juga kandang rusa, spot melihat burung. Pas kami lagi duduk-duduk tiba-tiba ada biawak kecil yang melintas nyebrang gitu dari darat masuk ke mangrove. Setelah puas jalan-jalan kami balik ke kamar, nah saat balik ini mulai bertemu dengan pengunjung lain, kira-kira jam 9. Balik kamar, kami nonton tv sambil makan roti. Jam 11  malah sempat tidur lagi hahaha. Pokoknya puas deh kawan nginep disini, udaranya itu lho segar sekali, kalian harus coba!





Mungkin dari kalian banyak yang bertanya 
  • Aman nggak nginep disitu, ada bintang liar nggak seperti buaya? Aman, aku pun tak merasa takut nginep di RedDoorz Resort @ Taman Wisata Mangrove. Pas pagi lihat biawak lewat tapi tak mengganggu sama sekali.
  • Banyak nyamuk nggak? Di kamar nggak ada nyamuk, tapi kemarin kesalahan kami pas mau tidur semua lampu kami matikan, kami buka pintu kamar mandi, kami lupa ada jendela dekat pemanas air yang sedikit terbuka jadi ada 1 nyamuk masuk. 
  • Kalau malam keluar-keluar seram nggak? Menurutku nggak seram karena ada lampunya.
  • Ada breakfast kah? Tidak ada tapi ada kantin, di kamar tidak ada teko panas. Minumpun ersedia botol kecil saja jadi bukan botol 600 ml
  • pesan dimana penginapanya? Dari web RedDoorz search aja RedDoorz Resort @ Taman Wisata Mangrove. Pesan jauh hari, kemarin ada beberapa orang yang mau menginap tapi kamar sudah full, jadi tidak disarankan pesan ditempat.
  • Banyak monyet liar nggak? nggak ada sama sekali, adanya 2 monyet di kandang jadi aman. Jujur saja agak trauma dengan monyet, waktu di Batu Caves ada monyet yang mendekat dan mencuri jajanan yang temanku beli.
  • Bisa tidur nggak disana? Walaupun berulang kali dengar suara peswat tapi tetap aja bisa tidur si aku, soalnya nyaman hahaha




Persiapan

Virus Corona sedang menyebar tapi tak menghalangi untuk liburan ke Thailand apalagi ini "bonus" dari kantor kan sayang kalau batal berangkat hanya karena takut terkena virus, berdoa saja dan siapkan kondisi. Seminggu sebelum berangkat Saya terkena flu dan beruntung flu Saya sudah sembuh, hanya tinggal batuk sedikit.
Kali ini saya ajak Mama Saya, ada 19 orang karyawan, 14 orang diantaranya ngajak saudara, ada yang ngajak 1 orang, ada yang ngajak 2 orang dan ada dari keluarga Bos 7 orang. Total 43 orang + 1 tour guide. Kali ini kami pakai Eldora tour.

Hari pertama, 4 Februari 2020


Berangkat berlima ke Stasiun Manggarai, kali ini mau coba naik kereta bandara. Pesan taxi online sekitar jam 07.00 WIB. Sebenarnya pesawat kami GA 868 berangkat jam 12.40 tapi kami diminta kumpul jam 09.30 di terminal 3. 

Setelah perjalanan  kurang lebih 3,5 jam akhirnya kami sampai di Suvarnabhumi International Airport, imigrasi disini mirip di Jepang scan sidik jari tangan kanan dan tangan kiri. Bedanya kalau di Jepang pakai foto segala di Thailand hanya sidik jari saja. Stempel negara kedua di paspor aku ya disini ini.

Setelah imigrasi dan ambil bagasi kami menunggu bus yang akan membawa kami ke Pattaya, perjalanan kurang lebih 2 jam. Kesan pertama di negara ini panas dan jalannya ternyata tidak luas, menurutku malah luas jalan di Jakarta. Sampai Pattaya kami langsung menuju ke Muslim Seafood.

Kupikir makanannya masih kelihatan wujud aslinya misal seperti kepiting, lobster, kerang, cumi dll ternyata sudah diolah jadi seperti telur dadar, dll. Kalau sudah diolah begini Saya bisa makan tapi kalau wujud aslinya Saya nggak suka seafood.

Sehabis makan langsung check in hotel, waktu itu kira-kira sudah jam 9 malam. Jam 10 kami ke walk in street, tadinya kupikir jalan-jalan sekitar hotel ternyata naik bus lagi. Nggak ada yang bisa dibeli disini, banyak cafe dan club malam gitu, setengah 12 kami balik hotel lagi.

Hari kedua, 5 Februari 2020


Setelah breakfast di hotel Ibis Pattaya kami menuju Big Bee Honey Farm. Big Bee Honey Farm ini wajib dikunjungi oleh agen tour karena tempat ini merupakan usaha pemerintah, jadi setiap tour harus kesini.
Mama pegang sarang lebah🐝

Disini kami diberikan minuman dingin yang telah diberi madu lalu kami dijelaskan tentang produk madu, bedanya madu asli dengan madu palsu.
Madu asli itu ...
  • setelah dipanen bisa juga disemutin karena sudah tidak mengandung royal jelly, sewaktu masih dalam sarang lebah biasa tidak ada semut karena terhalang royal jelly (kalau nggak salah inget karena royal jelly).
  • madu tidak putus jika dari botol mau dituang ke gelas, karena tidak ada tambahan air.
  • madu ketika diteteskan di tisu tidak tembus, sementara yang palsu biasa akan tembus
  • jika dicampur dalam gelas berisi air tidak mudah larut, saat gelas digoyang-goyangkan akan terbentuk seperti sarang lebah.
sebaiknya untuk minum madu menggunakan sendok plastik atau kayu karena kalau menggunakan sendok besi bisa merusak kandungan dalam madu.

Selain madu kami dijelaskan juga dengan produk propolis dan royal jelly. Setelah penjelasan dengan bahasa Indonesia kami diberikan tester dan terakhir adalah promosi penjualan beli paket A hemat sejumlah sekian baht dll. Bisa bayar dengan rupiah kurs 460 pada hari itu (waktu Saya beli baht di Indonesia kurs 446).

Akhirnya saya beli 2 botol madu 600gram @650 baht & patungan beli propolis 2 harganya 975 baht (harga normal propolis 650 baht perbotol kecil, kalau ambil 3 botol bonus satu jadi jatuhnya satu propolis 487,5 baht)
beli madu bayar pakai rupiah 1300 baht x 460 = Rp. 598.000,- kembali 4 baht.

Lalu kami ke Silver Lake, tempat perkebunan anggur tapi kami hanya lihat dari atas tidak masuk dalam. Di Silver Lake sini mama ke toilet, bayar 5 baht dan sebelum pulang mama beli bibit tanaman seharga 20 baht. Kami melanjutkan perjalanan ke Laser Buddha yang tempatnya nggak jauh dari Silver Lake. Disini juga kami hanya diberi waktu sebentar hanya sekedar berfoto saja.
Silver Lake
Laser Buddha

Laser Buddha


Tujuan selanjutnya Nongnooch Village, tempat ini merupakan taman tropical. Disini kami lumayan lama karena makan siang disini, melihat tari tradisional Thailand dan melihat pertunjukan gajah. Setelah sesi foto bersama di tulisan Nongnooch kami makan siang dahulu sistemnya buffet alias prasmanan.
Nongnooch Tropical Garden


I love Nongnooch



Setelah perut kenyang kami menonton pertunjukan tari tradisional Thailand, pas itu masuk telat jadi yang tarian seribu tangan sudah berakhir saat Saya masih menuju tempat duduk sesuai tiket jadi melihat tari-tarian lain termasuk tarian permainan yang lompat-lompat diatas bambu (ketika bambu terbuka) yang dipegang empat orang yang dibuka ditutup, sebenarnya ini mirip permainan tradisional di Indonesia dari Nusa Tenggara Timur kalau di Indonesia namanya Rangku Alu kalau di Thailand namanya Thai Bamboo Dance. Pertunjukan yang terakhir dengan gajah ceritanya seperti perang gitu mereka naik gajah.

Kami melanjutkan menonton pertunjukan gajah dari lempar panah memecahkan balon, bermain basket, bermain sepak bola, bowling hingga melukis pun bisa gajah lakukan dan terakhir yang kami lihat gajah berjalan melewati orang yang tiduran. Oiya sebelum pertunjukan dimulai bisa berfoto bareng gajah ada yang diangkat gajah dengan belalai, jika kita menyodorkan uang kertas maka gajah akan mengambil dengan belalai dan diberikan ke pawangnya.

Hari sudah agak sore kami ke Pasar Terapung Pattaya, dalam bayanganku ini pasar mirip di Banjarmasin yang kita naik kapal kecil dan banyak penjual yang menjajakan dagangannya menggunakan kapal juga. Sampai disini ternyata berbeda dengan yang aku bayangkan, kami naik kapal menelusuri entah apalah itu sungai atau apalah yang jelas penjualnya rata-rata di atas semua, ada si beberapa penjual yang berada di kapal kecil seperti penjual daging buaya, penjual jagung bakar (anehnya jagung bakar dibakar dengan kulitnya), penjual seperti ketan bakar. Disini Saya beli Manggo Sticky Rice satunya 50 bath beli 2 dengan mama.
Pattaya Floating Market

Naik kapal menelusuri
Pattaya Floating Market
Kami makan malam di Amir Halal Food Restaurant lalu melanjutkan perjalanan menuju Bangkok untuk bermalam di Baiyoke Suite Hotel Pratunam Bangkok.
Hari kedua ini lumayan dapat 5 tempat wisata yang kami kunjungi, seharusnya lebih banyak lagi tapi tidak keburu, yang tidak jadi dikunjungi itu Big Buddha dan Pattaya View Point.

Hari ketiga, 6 Februari 2020

Setelah breakfast sekitar jam 09.00 kami baru berangkat. Kami foto stop di Grand Palace, katanya tempat ini dulunya tempat tinggal raja Thailand karena tempat ini tidak dibuka untuk umum hanya dibuka disaat-saat tertentu saja jadi hanya foto dari kejauhan dengan latar belakang mirip alun-alun 😀 dan Grand Palace nya keliatan kecil.

Nun jauh di sana itu Grand Palace
Kami lanjut ke Wat Pho disini ada patung Buddha berbaring (reclining) jadi sebenarnya itu bukan Buddha tidur tapi Buddha berbaring. Lalu naik kapal menuju Wat Arun di Wat Arun bisa sewa baju tradisional Thailand (entah apa namanya Saya tak tahu). Di Wat Arun mama beli mangga yang sudah dipotong bungkusnya 50 baht, mama minta biji mangga rencana mau ditanam. Ke Wat Arun ada dua jalur bisa naik kapal bisa juga lewat darat, kami berangkat menggunakan kapal tapi pulang langsung naik bus tidak nyebrang lagi pakai kapal.


Wat Pho
Patung Buddha berbaring
Add caption

Makan siang di Phayathai Chicken Halal Restaurant, ini tempat jalannya agak jauh dari kami turun dari bus, jalannya mirip di pasar Gang Baru Semarang. Setelah makan yang tua-tua rencana mau dipesankan tuk-tuk tapi  ternyata susah cari tuk-tuk akhirnya naik taxi.
Perut sudah diisi saatnya belanja, kami diantar menuju ke Ma Boon Khrong (MBK) Center, Seinget saya diberi waktu sekitar 2,5 jam disini. Awalnya masuk ke dalam mall tapi bingung mau beli apa karena kesannya seperti mall mahal akhirnya kami keluar lagi ternyata di sekitar mall banyak yang jual murah-murah dan bisa ditawar, teman-teman ke tempat yang jual souvenir sementara Saya dan mama ke supermarketnya belanja oleh-oleh, masuk Tops market sampai 3x belanja disini habis 2.167 baht (ini sudah dipotong voucher yang kami dapat). Jadi pertama beli kami dapat potongan 150 baht lalu dapat voucher kalau beli lagi 750 baht dapat potongan 150 baht.

Puas berbelanja kami ke Asiatique The River Front, tempat ini bisa melihat sungai dan matahari tenggelam, bisa juga belanja lagi kalau dirasa belanja di MBK kurang. Kali ini Saya dan Mama belanja 320 baht. Saya dan mama sempat jalan ke ujung melihat sungai dengan pemandangan matahari yang mulai tenggelam.
Tuk-tuk


Asiatique The River Front


Asiatique
Makan malam di Ole Halal Restaurant, seperti makan di Amir Halal Food disini kami duduk di meja bundar berisi 10 orang. Makanan yang selalu ada adalah tomyam dan telur dadar. Hidangan penutupnya manggo sticky rice.

Total tempat yang kami kunjungi ada 4 (Grand Palace tak kuhitung karena hanya foto stop saja).

Hari keempat, 7 Februari 2019

Kami jalan dari hotel hampir setengah 10, ada teman-teman yang tidak ikut tour. Kami pergi ke Erawadee sebenarnya kesini karena request. Tempat ini berisi produk-produk kesehatan dan kecantikan. Seperti biasa kami masuk ke ruangan disuru sekolah dulu (diberi penjelasan tentang produk mereka dengan pemandu berbahasa Indonesia fasih). Dari minyak angin, obat semprot untuk pegal-pegal, produk kecantikan, pasta gigi, sampai obat orang dewasa juga ada. Setelah penjelasan kurang lebih 15 menit kami ke store penjualannya. Disini juga bisa beli produk dengan harga murah kalau beli sejumlah tertentu.

Disini beli 3 macam produk, yang 2 produk (minya semprot dan minyak angin) ikut dibayar Bu Linda dulu, saya bayar dengan baht 500 baht dan transfer rupiah ke Bu Linda 322.000, Saya beli cream muka  gesek pakai visa card jenius 757.599 (harga 1.690 baht).

Lalu kami langsung menuju Dream World tempat ini seperti Disneylandnya Bangkok. Kami diberi stiker setiap kali ketempat wisata, makan siang prasmanan di Dream World. Waktu yang diberikan disini hanya 3 jam saja. Disini kami diberi tiket untuk masuk snow town. Cuaca hari ini panas sekali, keluar dari snow town kepalaku agak migrain.
Dream World







Kami ke Or Tor Kor Market, ini seperti pasar tradisionalnya Thailand tapi moderen karena tempatnya tidak becek, lantainya keramik. Disini kami mau ditraktir makan durian. Sembari menunggu Bu Linda (tour guide) memilih durian kami bisa belanja lagi, mama yang tadinya nggak mau belanja lagi akhirnya belanja juga abis 200 baht. Durian disini enak legit tapi baunya tidak menyengat, abis makan durian tangan nggak bau durian lho sampai terheran-heran serta duriannya itu nggak lembek. Abis makan durian mama belanja lagi, kali ini beli mangga seperti mangga manalagi 120 baht sekilo. Nunggu bus lama sekali, katanya terkena macet. Jadi ya sewaktu kami diturunkan di Or Tor Market entah bus parkir dimana. Sejam lebih ada kali kami menunggu bus, sewaktu di bus ditanya mau balik hotel atau mau Chocolate Ville (tapi waktunya sudah mau tutup), karena sudah lelah menunggu bus akhirnya kami semua kompak memilih balik hotel.
Or Tor Kor Market
Makan malam di hotel dan free time, tadinya mau ikut teman-teman jalan-jalan disekitar hotel karena belum pernah tapi karena tunggu-tungguan akhirnya Saya balik kamar lagi dan malam ini karena lelah tengah 10 malam Saya sudah tidur dan pagi-pagi baru lanjut packing.

Hari keempat total mengunjungi 3 tempat saja.

Hari kelima, 8 Februari 2020
Hari terakhir seperti biasa hanya sarapan di hotel dan diantar ke Bandara. Kali ini tidak pakai bus lagi, naik mobil seperti travel, dari pihak hotel yang mengantar kami.
Setelah sarapan

Bandara Suvarnabhumi

Total pengeluaran

Big Bee Honey Farm beli propolis 2 : 975 baht
Toilet Silver Lake : 5 baht
Bibit tanaman di Silver Lake : 20 baht
Manggo Sticky rice di pasar apung 2 : 100 baht
Mangga di Wat Arub : 50 baht
Belanja di Tops Market MBK : 2.167 baht
Belanja di Asiatique : 320 baht
Belanja di Erawadee : 500 baht
Belanja di Or Tor Khor : 320 baht
Total 4.457 baht x kurs 446 = 1.987.822

Beli madu di Big Be Honey 650 baht x kurs 460=598.000
Belanja di Erawadee transfer ke Bu Linda = 322.000
Belanja di Erawadee gesek =757.599
tips = 200.000
Total 1.877.599

beli kartu buat internetan 68.600/2=34.300

tranportasi gocar ke st manggarai 13.000
kereta st manggarai-bandara 100.500
kereta bandara - st manggarai 100.500
gocar st manggarai ke kost + parkir 25.000
Total transportasi 239.000

Grand Total 4.138.721 (ini hanya pengeluaran pribadi belum biaya tour)


Madu & propolis

Sebagian oleh-oleh

Kesan liburan di Thailand,


  • menurutku pemerintah Thailand benar-benar menata tempat wisata, seperti wisata yang wajib dikunjungi di Big Bee Honey seengaknya produk usaha pemerintah ini ada yang beli sehingga semakin dikenal turis.
  • Ditempat-tempat tertentu bisa bayar dengan uang rupiah.
  • Barang-barang murah meriah jadi kalau nggak bisa nahan diri ya bisa kalap.
  • Penjual juga tidak memaksa untuk beli (menurut cerita teman di Hongkong katanya begitu kalau tidak niat beli jangan pegang-pegang nanti dikejar terus supaya beli)
  • menurutku transportasi umum disini susah, MRT nggak menjangkau tempat wisata, mungkin ini yang akan jadi bahan pertimbangan Saya untuk balik ke Thailand.
Terima kasih Pak Bos sudah kasi liburan yang menyenangkan ini